PAYAKUMBUH–Kondisi Jembatan Konseng yang menghubungkan Kecamatan Payakumbuh Utara dan Payakumbuh Timur kian mengawatirkan.
Meski baru selesai dibangun pada 2024 dengan anggaran Rp1,4 miliar, jembatan sepanjang 36 meter dan lebar satu meter ini menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Warga menduga,pembangunan jembatan tidak dilakukan sesuai spesifikasi teknis, sehingga memicu abrasi dini pada permukaannya.
Seorang warga, Ujang, Kamis (3/4/2025) menyatakan keprihatinannya saat ditemui di lokasi jembatan.
Ia mengungkapkan,permukaan jembatan mulai terkikis akibat lalu lintas kendaraan roda dua yang melintas setiap hari.
“Baru beberapa bulan selesai dibangun, permukaan jembatan sudah melengkung dan terkikis. Seharusnya ini tidak terjadi kalau pembangunannya benar,” ujarnya.
Menanggapi keluhan warga, mantan Kepala Bidang Irigasi Provinsi Sumatera Barat, Refdizal mengatakan, pemeliharaan jembatan baru akan dilakukan setelah anggaran perubahan disetujui.
Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai penyebab kerusakan awal yang terjadi begitu cepat.
“Memang pekerjaan jembatan ini dilakukan saat saya masih menjabat sebagai Kabid Irigasi. Namun, sekarang saya sudah menjadi fungsional. Terkait pemeliharaan, akan dikerjakan setelah anggaran perubahan nanti. Masyarakat dimohon bersabar,” kata Refdizal.
Masyarakat Payakumbuh Timur berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini sebelum kondisinya semakin parah. Beberapa warga khawatir bahwa jika tidak segera diperbaiki, jembatan bisa menjadi tidak aman untuk digunakan.
“Kami meminta pemerintah turun langsung dan mengecek kondisi jembatan ini. Jangan sampai nanti ada korban baru diperbaiki,” kata salah satu perantau, Rizal. (jnd)