Daerah  

Tol Sicincin-Bukittinggi Pasti Dibangun, Ini Daerah di Sumbar yang Tak Dilintasi Tol

Jalan Tol Trans Sumatera yang dibangun Hutama Karya
Jalan Tol Trans Sumatera yang dibangun Hutama Karya

PADANG-Tol Sicincin-Bukittinggi dipastikan lanjut. Dijadwalkan pada 2026 dimulai pembebasan lahan dan pembangunannya. Tol itu merupakan kelanjutan dari Tol Padang-Sicincin. Tol di Sumbar merupakan sirip dari Jalan Tol Trans Sumatera.

Sejumlah daerah di Sumatera Barat tak masuk dalam proyek Jalan Tol Trans Sumatera, kendati tol itu akan melintasi sejumlah daerah. Jadi, mohon maaf lahir dan bathin. Harap sabar saja dulu.

Tol dari Sicincin ke Pekanbaru akan melintasi kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Daerah yang akan dilintasi itu adalah Padang Pariaman, Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

Para kepala daerah yang akan dilintasi tol itu sudah sepakat memberikan dukungan. Pemerintah daerah bertekad membantu pembebasan lahan. Jadi, pembangunan tol di Sumbar, tinggal oke gas.

Ternyata, banyak juga daerah di Sumatera Barat yang tak dilintasi Tol Padang-Pekanbaru. Daerah itu adalah, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Kota Solok, Kota Pariaman, Sijunjung, Dharmasraya, Pesisir Selatan, Pasaman dan Pasaman Barat. Satu kabupaten lagi terletak di tanah seberang, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Baca Juga  Buka 24 Jam, 54 Masjid di Kabupaten Solok Siap Layani Perantau di Jalur Mudik

Pemerintah provinsi selenggarakan diskusi tentang percepatan kelanjutan pembangunan tol ruas Sicincin – Limapuluh Kota dengan seluruh pihak terkait di auditorium gubernuran, Jumat (24/5/2024) malam. Pembangunan tol itu akan dikebut, sehingga bisa bertemu dengan tol yang pembangunannya melaju kencang dari arah Bangkinang.

Selain diskusi, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara gubernur dan bupati, wali kota yang daerahnya terdampak pembangunan Tol Padang-Limapuluh Kota.

Gubernur mengaku banyak mendapat saran dan masukan terkait penguatan mitigasi dan penanganan dampak bencana di Sumbar, serta untuk kelancaran pembangunan tol ke depan.

Gubernur menyebut, juga banyak masukan tentang tol. Gubernur Sumbar menyebutkan, dia masih menunggu penetapan trase (lajur) dari pemerintah pusat, untuk kemudian menjadi dasar bagi daerah dalam penetapan lokasi serta pembebasan lahan.

“Intinya semua siap mendukung sesuai bidangnya masing-masing, itu yang patut kita syukuri,” ungkap Gubernur Mahyeldi yang dikutip dari keterangan pers Biro Adpim Setdaprov.

Baca Juga  Lebaran Tiba, Produksi Sampah di Sumbar Diprediksi Meningkat, Tiga Faktor Jadi Pemicu

Mahyeldi menuturkan, sejumlah hal yang berhasil disepakati seluruh peserta dalam diskusi tersebut. Bupati, wali kota yang daerahnya terdampak pembangunan tol akan siap membantu upaya pembebasan lahan dan melaporkan perkembangannya secara berkala kepada gubernur. (*)

Baca berita lainnya di Google News




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *