Daerah  

Mudik dari Jakarta ke Sumbar dengan Bus, Berapa Estimasi Biaya Makan?

Bus Sumbar di rumah makan. (hyeabis)
Bus Sumbar di rumah makan. (hyeabis)

PADANG-Musim mudik sebentar lagi. Para perantau Minang telah ancang-ancang untuk pulang kampung. Ada keseruan ketika pulang kampung. Jarak yang jauh tak terasa demi berkumpul dengan keluarga.

Tiap mudik pasti ada macet, namun itu bukan dianggap persoalan. Macet merupakan seni mudik yang dinikmati. Kalau mau menghindari macet, berangkatlah jauh-jauh hari. Namun, ini tentunya tak mudah bagi mereka yang bekerja atau kuliah.

Ketika mudik dari Jakarta ke Sumbar, naik bus menjadi pilihan perantau. Bus menjadi moda transportasi sejuta umat. Mudik dari Jakarta ke Sumbar, kalau perjalanan lancar, bus akan tiga kali berhenti di rumah makan.

Lalu, berapa biaya makan yang perlu disiapkan untuk perjalanan mudik. Rata-rata, satu kali makan di lintas Sumatera butuh biaya Rp35 ribu sampai Rp45 ribu. Jadi, untuk biaya makan siapkan saja lebih kurang Rp150 ribu.

Baca Juga  Armada Bertambah, Pendatang Baru Bertambah, Kenapa Penumpang Bus Sumbar Tak Pernah Sepi?

Namun, kini bus Minang juga menyediakan voucher makan.

Perusahaan otobus yang berbasis di Solok memberikan pelayanan kepada penumpang setia. Pelayanan itu berupa voucher untuk berbuka atau sahur.

Pelayanan itu berlaku 12-27 Maret 2024 untuk keberangkatan dari Jabodetabek menuju Sumbar. Sedangkan 12 Maret sampai 8 April berlaku untuk keberangkatan dari Sumbar menuju Jabodetabek.

Dikutip dari akun resmi PO Palala, mengatakan voucher satu kali makan yang bisa digunakan untuk sahur atau berbuka yang berlaku satu kali untuk satu kali perjalanan tergantung waktunya perjalanan.

Kalau dari arah Jakarta, bila tak macet, maka berbuka di daerah Kalianda, persisnya Rumah Makan Bukit Indarung.

Kalau dari Sumbar, maka sahur di Rumah Makan Bayung Lencir, Sumatera Selatan.

Baca Juga  Kabar Baik Gembira untuk Nelayan di Padang, Kumpulkan Sampah Berhadiah Umrah

Palala merupakan PO bus yang mulai beroperasi pada 19 Februari 2022. Di awal beroperasi, bus itu hanya mengoperasi empat bus dengan mesin Mercedes Benz 1526 balutan body Legacy SR2 karoseri Laksana. (*)

Baca berita lainnya di Google News




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *